Lintas3nees.com*JAMBI* - Wacana Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar terus jadi sorotan. Aktivis dan pemerhati pembangunan Muaro Jambi, *Sudirman*, meminta publik dan para pengamat bersikap adil dan tidak tendensius.
Menurutnya, kebijakan pinjaman daerah bukanlah hal baru. Sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi bahkan sudah lebih dulu melakukannya.
"Kabupaten Tebo dan Batanghari sudah duluan pinjam. Kenapa mereka dak kritis dan diam. Ujar Sudirman, jangan tendensius hanya ke Muaro Jambi," tegasnya kepada media, Jumat [8/8/2026].
*Pinjaman Untuk Percepatan Pembangunan*
Sudirman menilai, pinjaman daerah merupakan salah satu instrumen yang sah digunakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan, terutama di daerah yang APBD-nya terbatas.
"Selama untuk kepentingan rakyat, untuk bangun jalan, RS, sekolah, dan infrastruktur lain, kenapa tidak? Yang penting transparan dan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ia mengingatkan para pemerhati dan pengamat agar objektif dalam menyikapi isu ini. Jangan sampai kritik hanya diarahkan ke satu daerah karena faktor politik.
"Para pemerhati dan pengamat terkait wacana pinjaman Pemda Muaro Jambi 200 M ini harus adil. Awasi semua, bukan pilih kasih," tambahnya.
*Dorong Pemda Segera Sosialisasi*
Sudirman juga mendorong Pemkab Muaro Jambi agar segera melakukan sosialisasi terbuka terkait rencana pinjaman tersebut. Mulai dari tujuan penggunaan, skema pengembalian, hingga dampaknya bagi masyarakat.
"Masyarakat berhak tahu 200 M itu untuk apa. Kalau jelas peruntukannya, saya yakin masyarakat akan mendukung. Jangan sampai karena tidak ada komunikasi, jadi menimbulkan kegaduhan," jelasnya.
Ia berharap polemik ini tidak menghambat proses pembangunan di Muaro Jambi.
"Kita semua mau Muaro Jambi maju. Jangan karena beda pandangan, program untuk rakyat jadi tertunda," pungkasnya.
Sampai saat ini, Pemkab Muaro Jambi belum merilis secara resmi rincian teknis terkait rencana pinjaman Rp 200 miliar tersebut.

Social Header